Rabu, 05 Februari 2014

TUGAS

Kelompok 1 :
Ø Adiati Bintari Ayu
Ø Boby Rochmat Yulianto
Ø Hayyuning Pratiwi
Ø Retno Tianingsih
Ø Rosdiana
Ø Sonia Sonovil

PERIODISASI SASTRA ANGKATAN 1920
A.  Latar Belakang
Berbicara mengenai periodisasi sastra khususnya balai pustaka maka tidak menutup kemungkinan kalau meninjau tentang keadaan sosial pada tahun 1920-an, dimana menurut Teeuw (1980:5) pada tahun tersebut merupakan tahun lahirnya kesusastraan Indonesia modern pada waktu itu para pemuda Indonesia mulai menyatakan perasaan dan ide yang berbeda dengan masyarakat setempat. Perasaan itu dituangkan dalam bentuk sastra namun menyimpang dari bentuk sastra namun menyimpang dari bentuk sastra melayu, jawa, dan sastra-sastra lain sebelumnya.

B.  Pelopor Karya Sastra Angkatan 1920
Muhammad Yamin
Sastrawan yang paling banyak berkarya : Nur Sutan Iskandar

C.  Contoh Karya
Nur Iskandar Muda :
·         Apa Dayaku Karena Aku Seorang Perempuan (1923)
·         Cinta Membawa Maut (1926)
·         Salah Pilih (1928)
Muhammad Yamin :
·         Tanah Air (1922)
·         Indonesia, Tumpah Darahku (1928)


D. Ciri-Ciri  Periodisasi Karya Sastra angkatan 1920
1.   Menggambarkan tema pertentangan antara kaum tua dan kaum muda, soal pertentangan ada, soal kawin paksa, pemaduan, dll.
2.   Soal kebangsaan belum mengemuka, masih bersifat kedaerahan.
3.   Gaya bahasanya masih menggunakan perumpamaan yang klise, pepatah, peribahasa, tapi menggunakan bahas percetakan sehari-hari lain dengan bahasa hikayat sastra lama.
4.   Puisinya berupa syair dan pantun.
5.   Isi karyanya bersifat didaktis.
6.   Alirannya bercorak romantik.

E.  Nama Karya dan Pengarang
1.   Merari Siregar                     : Azab dan Sengsara (1920)
2.   Marah Roesli                       : Siti Nurbaya (1922), La Hami (1924)
3.   Muhammad yamin             : Tanah Air (1922), Indonesia, Tumpah Darahku (1928)
4.   Tulis Sutan Sati                  :Tak Disangka (1923), Tulis Sutan Sati (1928)
5.   Nur Sutan Iskandar            : Apa Dayaku Karna Aku Seorang Perempuan (1923), Salah Pilih (1928)
6.   Djamaluddin Adinegoro      : Darah Muda (1927), Asmara Jaya (1928)
7.   Abas Soetan Pamonjak       :Pertemuan (1927)

8.   Abdul Muis                         : Salah Asuhan (1928)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar