Rabu, 17 September 2014

TUGAS KOMPUTER II



MEMPELAJARI SISTEM KERJASAMA PRODUKSI  UNTUK MENDAPATKAN BIAYA PRODUKSI MINIMUM  PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR
Master Theses from JBPTITBPP / 2007-03-14 18:12:41
Oleh : untarti Tatik Mulyati, S2 - Industrial Engineering and Management
Dibuat : 1997-00-00, dengan 1 file
Telah dilakukan penelitian mengenai jaringan kerjasama produksi pada perusahaan manufaktur. Kerjasama produksi dilakukan dengan cara sub kontrak antara perusahaan manufaktur sumber sebagai pemberi order dan suticontraktor sebagai pelaksana order. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data biaya yang fiktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari sistem kerjasama produksi agar perusahaan manufaktur pemberi order dapat memperoleh biaya produksi yang minimum untuk proses produksi yang disubkontrakkannya.
Keterbatasan kapasitas perusahaan manufaktur menyebabkan timbulnya kebutuhan akan kerjasama dengan perusabaan manufaktur lain. Perusahaan manufaktur sumber harus menetapkan komponen-komponen produk yang akan disubkontrakkan dan menentukan subkontraktor mana yang akan mengerjakannya. Konsep teknologi kelompok membantu perusahaan manufaktur sumber untuk mengelompokkan komponen-komponen tersebut berdasarkan kemiripannya, yang selanjutnya kelompok komponen ini akan disubkontrakkan. Konsep symbiotic manufacturing network akan membantu perusahaan manufaktur sumber dalam menganalisis dan memilih calon subkontraktor yang akan diajak bekerjasama dalam jaringan kerjasarna produksi. Biaya minimum digunakan sebagai kriteria utama dalam penentuan subkontraktor terpilih. Sedangkan analisis biaya dilakukan dengan metode simpleks.
Dari penelitian ini diperoleh infornrasi bahwa keuntungan dari penerapan konsep teknologi kelompok untuk dasar penentuan pengelompokan produk yang disubkontrakkan, belum terlihat. Konsep symbiotic manufacturing network memudahkan perusahaan manufaktur sumber untuk menganalisis jaringan kerjasama yang mungkin dilakukan. Kerjasama produksi hanya dapat terjalin apabila subkontraktor dapat melakukan proses operasi produksi dengan lebih efisien dan produktif dibanding perusahaan manufaktur sumber; sehingga biaya produksi di subkontraktor dapat lebih murah dibandingkan biaya produksi di perusahaan manufaktur sumber.



PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK SISTEM MANUFAKTUR BERBASIS WEB PADA PT XYZ DENGAN STUDI KASUS PEMODELAN AKTIVITAS PRODUKSI
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2009-03-02 13:10:40
Oleh : TATAN FIRMANSYAH (NIM 131 04 115), S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2008, dengan 7 file
Sistem Produksi Terdistribusi Mandiri (SPTM) merupakan sistem produksi maju yang memiliki fleksibilitas tinggi dalam mengatasi permintaan terhadap produk. Permintaan tersebut bisa dalam berbagai jenis antara lain jumlah produk yang sedikit tetapi variasinya banyak, jumlah produk banyak tetapi variasinya sedikit dan variasi produk banyak dalam jumlah yang banyak. Elemen-elemen produksi seperti produk, mesin produksi, dan stasiun produksi dimodelkan menjadi bentuk objek-objek yang memiliki kecerdasan tinggi sebagai salah satu solusi untuk memperlancar aliran informasi maupun aliran material dalam proses produksi sehingga keseluruhan proses produksi dapat berjalan dengan lancar. Produk merupakan salah satu elemen penting dalam industri manufaktur. PT XYZ sebagai salah satu industri manufaktur, memproduksi produk yang berupa kendaraan bermotor niaga yang akan menerapkan SPTM dalam proses produksinya. Selama proses produksi berlangsung, informasi mengenai produk dan elemen produksi lainnya sangat diperlukan dalam pengendalian aliran informasi dan aliran material antar stasiun produksi. Jika terjadi masalah misalnya keterlambatan dalam aliran material tersebut maka dengan menerapkan konsep SPTM, keterlambatan tersebut bisa dideteksi dan diatasi dengan cepat sehingga dapat mengefisienkan siklus pembuatan produk dan menjaga kualitas produk tersebut.
Tugas sarjana ini berisi pembuatan perangkat lunak berdasarkan konsep SPTM yang saat ini sedang dikembangkan di Laboratorium Teknik Produksi Program Studi Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung. Perangkat lunak yang dikembangkan mencakup model aktivitas produksi dan peralatan yang digunakan dalam mendukung aktivitas tersebut di PT XYZ. Perangkat lunak yang dikembangkan merupakan aplikasi berbasis web. Aplikasi ini dilengkapi dengan fasilitas penyimpanan data ke basis data. Model basis data dikembangkan berdasarkan model aktivitas produksi dan peralatan.



ANALISIS EFEKTIVITAS MANAJEMEN PERAWATAN MESIN (STUDI KASUS PADA MESIN SINCOM E32K DI DIVISI PERMESINAN DAN JASA PT. X)
Master Theses from JBPTITBPP / 2008-11-25 14:02:19
Oleh : IMAN KARTIWA (NIM 29105117), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2008, dengan 6 file
PT. X merupakan satu-satunya produsen produk pertahanan di Indonesia, yang mana kepemilikannya 100% milik negara. Perubahan lingkungan bisnis mengharuskan PT. X melakukan adaptasi seperti melakukan restrukturisasi sejak tahun 1996. Tujuan restrukturisasi adalah menjadi perusahaan negara yang mandiri namun tidak lepas dari misinya sebagai perusahaan yang mendukung pertahanan negara. Hasil restrukturisasi tersebut berupa unit-unit militer dan komersial yang lebih mandiri, sehingga diharapkan dapat memperbaiki kinerja perusahaan. Divisi Mesin Industri dan Jasa, sebagai divisi produk komersial diharapkan dapat meningkatkan efesiensi produksi. Salah satu upayanya ialah dengan melakukan manajemen pemeliharaan mesin. Upaya ini dilakukan agar pemborosan akibat kegagalan operasi mesin dapat dikurangi sehingga biaya produksi dapat ditekan.


Departemen Pemeliharaan mesin sebagai penanggung jawab ketersediaan mesin di setiap divisi telah melakukan manajemen perawatan mesin. Namun pelaksanaannya masih belum optimal, seperti rendahnya realisasi jadwal perawatan prefentif (PM), kurangnya teknisi yang berpengalaman dan rendahnya standar utilitas mesin. Standar utilitas mesin yang ditetapkan perusahaan sebesar 60% tidak sesuai dengan kondisi persaingan bisnis Divisi Mijas. Untuk mengatasi permasalahan dalam meningkatkan efektivitas mesin di Departemen Mijas PT. X harus diterapkan metoda perawatan mesin yang tepat.



Dalam menerapkan metoda perawatan mesin, proyek akhir ini menggunakan pendekatan Total Productive Maintenance (TPM). Prinsip dari metode ini adalah sebuah benchmark keefektifan manajemen perawatan mesin aktual di perusahaan, dibandingkan dengan prinsip TPM dalam indeks Overall Equipment Effectiveness (OEE). Hasil benchmark tersebut dianalisis menurut prinsip TPM yang terdiri dari total effectiveness, total maintenance sistem dan total participation of all employee. Dari analisis objek penelitian (mesin CNC Sincom E 32 K) terhadap ketiga elemen TPM didapat efektivitas mesin yang belum optimal dan bervariasi. OEE mesin sebesar ±77%, walaupun memenuhi standar perusahaan tetapi masih jauh dari kondisi OEE ideal (>85%).



Manajemen perlu membuat rencana perbaikan berupa penetapan target efektivitas mesin secara bertahap namun realistis, yaitu sebesar ± 80%. Pencapaian target tersebut berupa rancangan dari sistem yang ada agar dapat diakamodasi di Departemen Pemeliharaan Mesin. Perancangan ini sebagai strategi untuk meningkatkan efektivitas manajemen perawatan mesin yang menekankan pada elemen dari TPM (pilar championsip), seperti pengembangan kompetensi, peningkatan peranan operator mesin, peningkatan manajemen PM, Early Equipment Building.


1 komentar: