PENINGKATAN KAPASITAS DAN EFISIENSI PRODUKSI
BAN DI PT. XYZ
Master
Theses from JBPTITBPP / 2011-05-11 18:43:39
Oleh : Fery Wangsa (NIM 29105112), S2-Business Administration
Dibuat : 2007-09-21, dengan 6 file
Oleh : Fery Wangsa (NIM 29105112), S2-Business Administration
Dibuat : 2007-09-21, dengan 6 file
PT.XYZ adalah
pabrik ban yang sebagian besar produknya berorientasi ekspor. Permintaan pasar
ternyata masih melebihi produksi harian pada saat ini, yang dapat mencapai
sekitar 1000-2000 ban per hari. Produksi saat ini adalah sekitar 7.000 ban per
hari, sedangkan kapasitasnya dapat mencapai 8.000 ban per hari. Produk akhir
yang cacat masih relatif besar merupakan suatu inefisiensi yang harus
diperbaiki. Dengan demikian suatu peluang keuntungan yang hilang akibat
kapasitas produksi yang tidak optimal dan kerugian berupa produk akhir cacat
yang relatif masih besar.
Permasalahan ini dipecahkan dengan menganalisis proses dan data kapasitas dari unit-unit yang membuat komponen penyusun suatu ban. Unit-unit itu adalah Mixing, Calendering, Bead Making (Bead Apexing), Cutting, Extruding, Building dan Curing. Dari analisis tersebut dapat diketahui unit penyebab kapasitas yang tidak optimal. Unit yang menjadi masalah itu dan juga penyebab produk akhir yang cacat didentifikasikan. Dalam mencari penyebabnya maka digunakan metode logika sebab akibat berupa Current Reality Tree (CRT). Metode CRT menelusuri faktor penyebabnya sampai ditemukan akar masalahnya (core problems). Dengan didapatkan akar masalah maka solusi dapat dipilih yang terbaik.
Hasil analisis menunjukkan bahwa akar masalahnya adalah Extruder yang sering rusak, disiplin waktu dan kerja operator yang rendah, jumlah operator dan foreman yang tidak cukup dan tidak adanya alat pengontrol berupa pengukur berat. Solusinya atas akar masalah adalah penambahan engineer dan teknisi, peningkatan disiplin, penambahan operator dan foreman, dengan demikian diperkirakan akan memberikan keuntungan per bulan dengan naiknya produksi sebesar Rp.257.143.500 dan peningkatan efisiensi sebesar Rp156.900.000 dengan total biaya yang harus dikeluarkan per bulan sebesar Rp.113.250.000, sehingga penambahan keuntungan bersih per bulan setelah improvement adalah Rp.300.793.500 sementara itu waktu yang dibutuhkan hanya sekitar dua bulan.
Permasalahan ini dipecahkan dengan menganalisis proses dan data kapasitas dari unit-unit yang membuat komponen penyusun suatu ban. Unit-unit itu adalah Mixing, Calendering, Bead Making (Bead Apexing), Cutting, Extruding, Building dan Curing. Dari analisis tersebut dapat diketahui unit penyebab kapasitas yang tidak optimal. Unit yang menjadi masalah itu dan juga penyebab produk akhir yang cacat didentifikasikan. Dalam mencari penyebabnya maka digunakan metode logika sebab akibat berupa Current Reality Tree (CRT). Metode CRT menelusuri faktor penyebabnya sampai ditemukan akar masalahnya (core problems). Dengan didapatkan akar masalah maka solusi dapat dipilih yang terbaik.
Hasil analisis menunjukkan bahwa akar masalahnya adalah Extruder yang sering rusak, disiplin waktu dan kerja operator yang rendah, jumlah operator dan foreman yang tidak cukup dan tidak adanya alat pengontrol berupa pengukur berat. Solusinya atas akar masalah adalah penambahan engineer dan teknisi, peningkatan disiplin, penambahan operator dan foreman, dengan demikian diperkirakan akan memberikan keuntungan per bulan dengan naiknya produksi sebesar Rp.257.143.500 dan peningkatan efisiensi sebesar Rp156.900.000 dengan total biaya yang harus dikeluarkan per bulan sebesar Rp.113.250.000, sehingga penambahan keuntungan bersih per bulan setelah improvement adalah Rp.300.793.500 sementara itu waktu yang dibutuhkan hanya sekitar dua bulan.
ANALISIS KERUGIAN GESEK DAN EFISIENSI
VOLUMETRIK PADA SISTEM KATUP PUTAR MOTOR BAKAR TORAK
Master Theses from JBPTITBPP / 2009-03-11
15:20:12
Oleh : EDWARD WAWOLUMAYA (NIM 23107025), S2 - Mechanical Engineering
Dibuat : 2008, dengan 8 file
Sistem katup putar merupakan pengembangan dari sistem katup konvensional
yang masih menggunakan poros kam. Pada penelitian ini dilakukan analisis
kerugian gesek dan efisiensi volumetrik pada prototipe sistem katup putar untuk
mengetahui sistem katup yang lebih baik.Oleh : EDWARD WAWOLUMAYA (NIM 23107025), S2 - Mechanical Engineering
Dibuat : 2008, dengan 8 file
Mekanisme sistem katup putar dibuat ulang untuk keperluan pengujian gesekan dan volumetrik. Hasil rancangan diaplikasikan pada mesin sepeda motor tipe Honda Kirana. Alat uji gesek dirancang untuk menguji gesekan total dari torak, cincin torak, sistem katup, mekanisme penggerak sistem katup, dan bantalan-bantalan. Alat uji volumetrik dirancang untuk menguji kerugian volumetrik dari mesin sepeda motor saat langkah isap.
Dalam penelitian ini, perancangan dan pembuatan prototipe sistem katup putar dan alat uji dilakukan terpisah. Metoda yang digunakan untuk melakukan pengujian kerugian gesek adalah metoda motoring. Pada pengujian ini motor listrik digunakan untuk memutar mesin sepeda motor. Torsi yang digunakan untuk melawan putaran mesin sepeda motor diukur untuk mengetahui besar dari kerugian gesek mesin tersebut. Efisiensi volumetrik dicari dengan mengukur debit udara masuk dengan menggunakan anemometer.
Hasil yang akan didapat pada pengujian ini adalah perbandingan kerugian gesek dan debit udara yang diisap oleh sistem katup putar dan konvensional. Dari hasil pengujian, selisih rata-rata daya akibat kerugian gesek dari sistem katup putar dan sistem katup konvensional adalah 79,45 W. Sedangkan selisih rata-rata persentase efisiensi volumetrik adalah 8,87%. Dengan demikian diketahui bahwa sistem katup konvensional memiliki kerugian gesek dan efisiensi volumetrik yang lebih baik daripada prototipe sistem katup putar yang dibuat.
PERANCANGAN SISTEM KONTROL TORSI
PADA MOTOR LNDUKSI 3 FASA DENGAN UMPAN BALIK NONLINIER
PADA MOTOR LNDUKSI 3 FASA DENGAN UMPAN BALIK NONLINIER
Master
Theses from JBPTITBPP / 2007-03-14 16:02:16
Oleh : Dany Setiawan, PROGRAM STUDI INSTRUMENTASI DAN KONTROL, PROGRAM PASCASARJANA ITB
Dibuat : 2001-00-00, dengan 1 file
Oleh : Dany Setiawan, PROGRAM STUDI INSTRUMENTASI DAN KONTROL, PROGRAM PASCASARJANA ITB
Dibuat : 2001-00-00, dengan 1 file
Pemakaian motor
induksi sebagai mesin penggerak saat ini
semakin meluas seining dengan kemajuan yang pesat dalam bidang mikroprosessor dan elektronika daya. Kemajuan
tersebut menyebabkan pengontrolan yang
sulit pada motor induksi akibat adanya penyatuan (coupling) antara komponen arus pembangkit
fluks dan torsi dapat diatasi.
Dalam penelitian ini dilakukan pengontrolan torsi motor induksi tiga fasa menggunakan konsep vektor kontrol dengan kerangka acuan arus magnetik rotor untuk memisahkan (decoupling) arus pembangkit fluksi (I,X ) dan arus pembangkit torsi (hy) dengan cara mentransformasikan variabel-variabel tiga fasa ( tegangan dan anus) pada motor induksi menjadi variabel-variabel dengan dua sumbu koordinat. Pemisahan ini mengacu pada motor DC yang telah terpisah antara arus pembangkit fluksi dan pembangkit torsi. Metoda linierisasi masukkan-keluaran (Input-output limerization) kemudian digunakan untuk memperoleh pengontrol bagi sistem nonlinier sehingga memungkinkan perancangan umpanbalik keadaan nonlinier untuk mengontrol sistem sebagaimana halnya dilakukan untuk sistem linier.
Dari hasil simulasi pengontrolan torsi dan arcs magnetik rotor motor induksi tiga fasa (5 Hp, 1 pasangan pole, 60 Hz, 208 V, 21 A) menggunakan pengontrol P dan P+D diketahui bahwa motor mampu mencapai harga torsi dan arus magnetik rotor yang ditetapkan ( setpoint) dengan overshoot 0%. Selain itu perubahan parameter tahanan rotor (Rr) menjadi 0.115 fl (6.5 %) dan induktansi magnetik (Lm) menjadi 0.044 H (2 %) tidak mempengaruhi pengontrolan yang dirancang (tidak sensitif terhadap perubahan parameter).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar