Minggu, 14 September 2014

TEKNOLOGI TEPAT GUNA



“ALAT FILTRASI AIR HUJAN SEDERHANA”

Tujuan :
1.       Untuk menggantikan atau sebagai alternatif air tanah dengan memanfaatkan air hujan
2.       Untuk cadangan atau suplai jika datang musim kemarau panjang
3.       Untuk menyimpan air hujan agar tidak terbuang percuma.
RUMUSAN MASALAH :
1.       Apakah air hujan dapat menggantikan air tanah sebagai sumber air bersih ?
2.       Bagaimana cara membuat filtrasi air hujan sederhana ?
BAHAN DAN ALAT :
1.       Filter Aquarium 4 buah
2.       Botol besar dan botol kecil
3.       Batu kapur
4.       Lem dari strofom
5.       Bensin
6.       Pasir Zeolit
7.       Selotip
8.       Karbon aktif dan arang
9.       Pasir aktif
10.   Kerikil
11.   Batu besar 2 buah.
CARA KERJA :
1.       Lubangin botol besar dan botol kecil pada bagian bawahnya
2.       Pada botol besar, buat beberapa lapisan filter
3.       Lapisan 1 : filter aquarium, batu kerikil
4.       Lapisan 2 : filter aquarium, pasir aktif
5.       Lapisan 3 : filter aquarium, pasir zeolit
6.       Lapisan 4 : filter aquarium, arang
7.       Isi botol kecil dengan kapur
8.       Bagungkan botol kecil dan batu besar dengan selotip dan lem.

LATAR BELAKANG :
            Indonesia memiliki potensi air hujan sekitar 4000-5000 liter/tahun. Jika kita bagi rata 12 bulan kira-kira curah hujan di Indonesia sekitar 200 liter/bulan, artinya dalam satu daerah seluas 1m2 kota dapat mengumpulkan air hujan sebanyak 200 liter. Oleh sebab itu kita dapat memanen, mengumpulkan dan memanfaatkan air hujan.
            Namun pada kenyataannya, masyarakat enggan untuk memanfaatkan air hujan, padahal air hujan yang sangat melimpah itu, dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sehari-hari. Hal ini dikarenakan masyarakat terbiasa hidup mewah. Mereka yang memiliki uang memilih cara yang mudah yaitu membeli air PAM mengebor air tanah secara ilegal, yang dampaknya itu sangat merugikan.
Beberapa daerah di Inonesia memiliki Hujan Asam yaitu hujan yang memiliki kadar keasaman tinggi yang mana hujan asam itu memiliki derajat keasaman dibawah batas PH air hujan normal yaitu 5,6. Oleh karena itu ada baiknya air hujan itu sebelum dipergunakan kita saring dahulu dengan alatt Filtrasi guna menetralisir keasaman dan untuk menyerap racun dan bau menyengat yang menempel pada air hujan. Dan ada baiknya setelah difilter air hujan itu di uji dahulu dengan kertas lakmus atau diuji dilabotarium, dan jika memenuhi syarat air bersih, air tersebut dapat digunakan untuk kegiatan sehari-hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar