“ALAT
FILTRASI AIR HUJAN SEDERHANA”
Tujuan :
1.
Untuk menggantikan atau sebagai
alternatif air tanah dengan memanfaatkan air hujan
2.
Untuk cadangan atau suplai jika
datang musim kemarau panjang
3.
Untuk menyimpan air hujan agar tidak
terbuang percuma.
RUMUSAN MASALAH :
1.
Apakah air hujan dapat menggantikan
air tanah sebagai sumber air bersih ?
2.
Bagaimana cara membuat filtrasi air
hujan sederhana ?
BAHAN DAN ALAT :
1.
Filter Aquarium 4 buah
2.
Botol besar dan botol kecil
3.
Batu kapur
4.
Lem dari strofom
5.
Bensin
6.
Pasir Zeolit
7.
Selotip
8.
Karbon aktif dan arang
9.
Pasir aktif
10.
Kerikil
11.
Batu besar 2 buah.
CARA KERJA :
1.
Lubangin botol besar dan botol kecil
pada bagian bawahnya
2.
Pada botol besar, buat beberapa
lapisan filter
3.
Lapisan 1 : filter aquarium, batu
kerikil
4.
Lapisan 2 : filter aquarium, pasir
aktif
5.
Lapisan 3 : filter aquarium, pasir
zeolit
6.
Lapisan 4 : filter aquarium, arang
7.
Isi botol kecil dengan kapur
8.
Bagungkan botol kecil dan batu besar
dengan selotip dan lem.
LATAR BELAKANG :
Indonesia memiliki potensi
air hujan sekitar 4000-5000 liter/tahun. Jika kita bagi rata 12 bulan kira-kira
curah hujan di Indonesia sekitar 200 liter/bulan, artinya dalam satu daerah
seluas 1m2 kota dapat mengumpulkan air hujan sebanyak 200 liter.
Oleh sebab itu kita dapat memanen, mengumpulkan dan memanfaatkan air hujan.
Namun
pada kenyataannya, masyarakat enggan untuk memanfaatkan air hujan, padahal air
hujan yang sangat melimpah itu, dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sehari-hari.
Hal ini dikarenakan masyarakat terbiasa hidup mewah. Mereka yang memiliki uang
memilih cara yang mudah yaitu membeli air PAM mengebor air tanah secara ilegal,
yang dampaknya itu sangat merugikan.
Beberapa daerah di Inonesia memiliki Hujan Asam
yaitu hujan yang memiliki kadar keasaman tinggi yang mana hujan asam itu
memiliki derajat keasaman dibawah batas PH air hujan normal yaitu 5,6. Oleh
karena itu ada baiknya air hujan itu sebelum dipergunakan kita saring dahulu
dengan alatt Filtrasi guna menetralisir keasaman dan untuk menyerap racun dan
bau menyengat yang menempel pada air hujan. Dan ada baiknya setelah difilter
air hujan itu di uji dahulu dengan kertas lakmus atau diuji dilabotarium, dan
jika memenuhi syarat air bersih, air tersebut dapat digunakan untuk kegiatan
sehari-hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar